Kamis, 27 Desember 2012

Teknik LIngkungan & AMDAL

Teknik Lingkungan & AMDAL.

Materi tentang pencemaran industri paska panen KERTAS.

Topik :
Produksi dan pengolahan kertas, serta penanganan limbah kertas yang bertujuan menambah nilai-nilai ekonomi dan mengurangi dampak negatif maupun pengaruh pada lingkungan.
        
Aturan :
Pulp dan kertas tercantum atau sebagaimana disebutkan dalam lampiran Av dan lampiran Bv

LAMPIRAN A.V
KEPUTUSAN
MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP
NOMOR : KEP-51/MENLH/10/1995
TENTANG
BAKU MUTU LIMBAH CAIR BAGI KEGIATAN INDUSTRI
TANGGAL 23 OKTOBER 1995

PARAMETER
PABRIK PULP
PABRIK KERTAS
PABRIK PULP DAN KERTAS
KADAR
MAKSIMUM
(mg/L)
BEBAN
PENCEMARAN
MAKSIMUM
(kg/ton)
KADAR
MAKSIMUM
(mg/L)
BEBAN
PENCEMARAN
MAKSIMUM
(kg/ton)
KADAR
MAKSIMUM
(mg/L)
BEBAN
PENCEMARAN
MAKSIMUM
(kg/ton)
BOD3
150
15
125
10
150
25,5
COD
350
35
250
20
350
59,5
TSS
200
20
125
10
150
25,5
pH
6,0 - 9,0
6,0 - 9,0
6,0 - 9,0
Debit Limbah Maksimum
100 m3 per ton pulp kering
80 m3 per ton produk
kertas kering
170 m3 per ton produk
kertas kering

Catatan :
a. Kadar maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam miligram parameter per liter air limbah.
b. Beban pencemaran maksimum untuk setiap parameter pada tabel di atas dinyatakan dalam kg atau gram parameter per ton produk soda kostik.
(ref : http://www.cets-uii.org/BML/Air/BMLC/kepmen5195/lampiran_A5.html

BOD (Biological Oxygen Demand) Adalah suatu karakteristik yang menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme (biasanya bakteri) untuk mengurai atau mendekomposisi bahan organik dalam kondisi aerobik (Umaly dan Cuvin, 1988; Metcalf & Eddy, 1991). Ditegaskan lagi oleh Boyd (1990), bahwa bahan organik yang terdekomposisi dalam BOD adalah bahan organik yang siap terdekomposisi ( readily decomposable organic matter). Mays (1996) mengartikan BOD sebagai suatu ukuran jumlah oksigen yang digunakan oleh populasi mikroba yang terkandung dalam perairan sebagai respon terhadap masuknya bahan organik yang dapat diurai. Dari pengertian-pengertian ini dapat dikatakan bahwa walaupun nilai BOD menyatakan jumlah oksigen, tetapi untuk mudahnya dapat juga diartikan sebagai gambaran jumlah bahan organik mudah urai (biodegradable organics) yang ada di perairan.

COD (Chemical Oxygen Demand) Adalah jumlah oksigen yang diperlukan untuk mengurai seluruh bahan organik yang terkandung dalam air (Boyd, 1990). Hal ini karena bahan or ganik yang ada sengaja diurai secara kimia dengan menggunakan oksidator kuat kalium bikromat pada kondisi asam dan panas dengan katalisator perak sulfat (Boyd, 1990; Metcalf & Eddy, 1991), sehingga segala macam bahan organik, baik yang mudah urai maupun yang kompleks dan sulit urai, akan teroksidasi. Dengan demikian, selisih nilai antara COD dan BOD memberikan gambaran besarnya bahan organik yang sulit urai yang ada di perairan. Bisa saja nilai BOD sama dengan COD, tetapi BOD tidak bisa lebih besar dari COD. Jadi COD menggambarkan jumlah total bahan organik yang ada.

TSS (Total Suspended Solids)
Adalah residu dari padatan total yang tertahan oleh saringan dengan ukuran partikel maksimal 2μm atau lebih besar dari ukuran partikel koloid. Yang termasuk TSS adalah lumpur, tanah liat, logam oksida, sulfida, ganggang, bakteri dan jamur. TSS umumnya dihilangkan dengan flokulasi dan penyaringan. TSS memberikan kontribusi untuk kekeruhan (turbidity) dengan membatasi penetrasi cahaya untuk fotosintesis dan visibilitas di perairan. Sehingga nilai kekeruhan tidak dapat dikonversi ke nilai TSS. Kekeruhan adalah kecenderungan ukuran sampel untuk menyebarkan cahaya. Sementara hamburan diproduksi oleh adanya partikel tersuspensi dalam sampel. Kekeruhan adalah murni sebuah sifat optik. Pola dan intensitas sebaran akan berbeda akibat perubahan dengan ukuran dan bentuk partikel serta materi. 

pH
Adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.

LAMPIRAN B.V
KEPUTUSAN
MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP
NOMOR : KEP-51/MENLH/10/1995
TENTANG
BAKU MUTU LIMBAH CAIR BAGI KEGIATAN INDUSTRI
TANGGAL 23 OKTOBER 1995

PROSES/
PRDOUK
PARAMETER
DEBIT
(m3/ton)
BOD5
COD
TSS
Kadar
Maksimum
(mg/ton)
Beban
Pencemaran
Maksimum
(kg/ton)
Kadar
Maksimum
(mg/ton)
Beban
Pencemaran
Maksimum
(kg/ton)
Kadar
Maksimum
(mg/ton)
Beban
Pencemaran
Maksimum
(kg/ton)
A. PULP

Kraft dikelantang
85
100
8,5
350
29,75
100
8,5
Pulp larut
95
100
9,5
300
28,5
100
8,5
Kraft yang tidak
dikelantang
50
75
3,75
200
10,0
60
3,0
Mekanik (CMP dan
Grounwood)
60
50
3,0
120
7,2
75
4,5
Semi kimia
70
100
7,0
200
14,0
100
7,0
Pulp soda
80
100
8,0
300
24,0
100
8,0
De-ink pulp (dari
kertas bekas)
60
100
6,0
300
18,0
100
6,0
B. KERTAS

Halus
50
100
5,0
200
10,0
100
5,0
Kasar
40
90
3,6
175
7,0
80
3,2
Sparet
175
60
10,5
100
17,5
45
7,8
Kertas yang
dikelantang
35
75
2,6
160
5,6
80
2,8
pH
6,0 - 9,0

Catatan :
Penjelasan kategori proses di atas diberikan sebagai berikut :

A. Pulp
Pulp adalah hasil pemisahan serat dari bahan baku bererat (kayu maupun non kayu) melalui berbagai proses pembuatannya ( mekanis, semikimia, kimia). Pulp terdiri dari serat - serat (selulosa dan hemiselulosa) sebagai bahan baku kertas.

  1. Proses kraft (dikelantang dan tidak dikelantang) adalah produksi pulp yang menggunakan cairan pemasak natrium hidroksida yang sangat alkalis dan natrium sulfida. Proses kraft yang dikelantang digunakan pada produksi kertas karton dan kertas kasar lain yang berwarna. Pengelantangan adalah penggunaan bahan pengoksidasi kuat yang diikuti dengan ekstraksi alkali untuk menghilangkan warna dari pulp, untuk suatu rentangan produk kertas yang lengkap.
  2. Proses pulp larut adalah produksi pulp putih dan sangat murni dengan menggunakan pemasakan kimiawi yang kuat. Pulpnya digunakan untuk pembuatan rayon dan produk lain yang mensyaratkan hampir tidak mengandung lignin.
  3. Proses grounwood adalah penggunaan defibrasi mekanis (pemisahan serat) dengan menggunakan gerenda atau penghalus (refiners) dari batu. CMP (proses pembuatan pulp kimia mekanis) menggunakan cairan pemasak kimia untuk memasak kayu secara parsial sebelum pemisahan serat secara mekanik. TMP (proses pembuatan pulp termo-mekanis) merupakan pemasakan singkat dengan menggunakan kukus dan kadang-kadang bahan kimia pemasak, sebelum tahap mekanis.
  4. Proses semi kimia merupakan penggunaan cairan pemasak sulfit netral tanpa pengelantangan untuk menghasilkan produk kasar untuk lapisan dalam karton gelombang berwarna coklat.
  5. Proses soda adalah produksi pulp dengan menggunakan cairan pemasak natrium hidroksida yang sangat alkalis.
  6. Proses penghilangan tinta (De-ink) merupakan salah satu proses pembuatan kertas yang menggunakan kertas bekas yang didaur ulang melalui proses penghilangan tinta dengan kondisi alkali dan kadang-kadang dibuat cerah atau diputihkan untuk menghasilkan pulp sekunder, seringkali berkaitan dengan proses konvensional.
B. Kertas
  1. Kertas halus berarti produksi kertas halus yang dikelantang seperti kertas cetak dan kertas tulis.
  2. Kertas kasar berarti produksi kertas kasar berwarna coklat, seperti linerboard kertas karton berwarna coklat atau karton.
  3. Kertas lain berarti produksi kertas yang dikelantang selain yang tercantum dalam golongan halus, seperti kertas karton.

Cara penangan yang sudah ada :
  1. Pengurangan dari sumbernya, mencakup pemeliharan dan perawatan yang baik   (good house keeping) dengan menerapkan kebiasaan baru dalam pengoperasian dan pemeliharan alat industri antara lain dengan mencegah terjadinya ceceran dan tumpahan bahan. Perubahan dalam proses produksi juga dapat dilakukan yang mencakup perubahan input bahan, pengawasan proses yang lebih ketat, modifikasi peralatan dan perubahan teknologi. Pemeliharaan peralatan dan lingkungan pabrik, pemilihan peralatan yang sesuai dengan proses produksi kertas yang diinginkan dan pengoperasian peralatan dengan benar juga ikut mengurangi limbah dari sumbernya.
  2. Daur ulang, dengan melakukan recovery bahan dan energi bekas pakai untuk digunakan kembali dalam proses berikutnya.
  3. Modifikasi produk, untuk meningkatkan usia produk (tahan lama), untuk mempermudah daur ulang dan minimisasi dampak lingkungan dari pembuangan produk tersebut.


PENGARUH LIMBAH PADAT PABRIK KERTAS TERHADAP HASIL TANAMAN BAWANG MERAH

Peranan limbah Padat pabrik kertas sebagai Sumber bahan Organik :

Limbah padat pabrik kertas mengandung unsur kalium (K). peranan unsur ini untuk memperlancar fotosintesis, memacu pertumbuhan tanaman pada titik awal, memperkuat batang dan menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit serta kekeringan (Suriatna, 1994).
Limbah padat pabrik kertas juga mengandung unsur-unsur antara lain : kalsium, magnesium, besi, dan sulfida yang juga berguna bagi pertumbuhan tanaman.
Limbah padat pabrik kertas terdiri dari :

a. Sludge
Sludge adalah suatu bahan yang terdiri atas padatan 90% dan air 10%. Sludge didapat dari proses pengendapan pada efflument treatment plant, mengandung bahan organik yang berasal dari bahan baku pulb.

b. Biosludge
Biosludge adalah hasil samping dari efflument treatment yakni dari proses biological aeration, tersusun dari bahan baku pulb, selain mengandung mikroorganisme sebagai efek dari biological aeration.

c. Pith
Pith adalah bahan dari proses depething plant yaitu proses pemisahan secara mekanik bahan baku pulb yaitu antar bahan serat dan bahan bukan serat (Hammer, 1977).

Pelaksanaan Percobaan

Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 3 ulangan. Faktor-faktornya :
I. Macam limbah organik, terdiri 3 taraf, yaitu :
L1 = limbah padat Sludge
L2 = limbah padat Biosludge
L3 = limbah padat Pith

II. Dosis Limbah organik, terdiri 4 taraf, yaitu :
D0 = Kontrol
D1 = Dosis 10 ton per hektar
D2 = Dosis 20 ton per hektar
D3 = Dosis 30 ton per hektar 


Keterangan :
NS = Tidak berbeda nyata
* = Berbeda nyata
** = Berbeda sangat nyata
L = Macam Limbah Organik
D = dosis Limbah Organik
L X D = Interaksi L dengan D

Tabel 2. Uji Jarak Berganda Duncan pengaruh Macam, Dosis Limbah Padat Pabrik Kertas dan Interaksi Kedua Perlakuan Terhadap Komponen Hasil


Keterangan : Angka-angka dalam satu kotak pada kolom yang sama dan diikuti huruf kecil yang sama tidak berbeda nyata menurut uji DMRT pada taraf 5%.

Kesimpulan

1. Perlakuan macam limbah padat pabrik kertas berpengaruh nyata terhadap semua komponen hasil : jumlah umbi, berat segar umbi dan berat kering umbi.
2. Perlakuan dosis limbah padat pabrik kertas berpengaruh nyata terhadap semua komponen hasil tanaman bawang merah.
3. Ada interaksi dari kedua perlakuan pada semua parameter hasil tanaman bawang merah.
4. Berat umbi kering konsumsi tertinggi dicapai pada interaksi antara limbah sludge dengan dosis 20 ton/ha sebesar 26,67 gram dan terendah limbah pith dengan dosis 10 ton/ha sebesar 6,67 gram.

Gambaran dasar yang dipikirkan :
Perbandingan laju penanaman pohon dan konsumsinya yang tidak sebanding di Indonesia, semakin memperkuat akan pentingnya daur ulang limbah kertas. Idealnya, laju pertumbuhan hutan harus lebih besar dari laju konsumsinya. Berbeda dengan di Indonesia, di Amerika Serikat 55% dari jumlah konsumsi kertas secara nasional dapat di daur ulang dan digunakan kembali sebagai bahan baku kertas. Bahkan di sana, setiap 3 pohon yang dikonsumsi, 5 pohon baru tumbuh sebagai penggantinya. Maka, tidaklah mengherankan jika selama kurun waktu 50 tahun terakhir, populasi hutan di Amerika Serikat meningkat sampai 40%. 

Fakta - fakta jumlah konsumsi kertas di Indonesia :
  1. Dengan mengambil nilai minimal rata-rata tingkat pertumbuhan konsumsi dan produksi yakni 5% per tahun (sedangkan menurut World Resource Institute untuk Negara berkembang rata-rata sekitar 7% per tahun), maka diperoleh jumlah konsumsi kertas Indonesia di tahun 2006 adalah 5,96 juta ton.
  2. Dalam sebuah program Cleaning Day yang diadakan oleh sebuah perusahaan sumber energi di daerah bisnis Kuningan, Jakarta, terkumpul sampah kertas tak terpakai sebanyak 2 ton kertas, selama kurun waktu lima tahun menghuni gedung tersebut. Jumlah sampah yang dihasilkan 30-40% merupakan sampah kertas.
  3. Konsumsi kertas di Indonesia terus meningkat satu kilogram (kg) per kapita tahun atau sekitar 220 ribu ton (Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), 2003). Dengan itu, maka Indonesia membutuhkan pembangunan satu pabrik kertas baru setiap tahunnya menyusul lahapnya konsumsi kertas dalam negeri (Kapanlagi.com, 2008).
  4. Kapasitas produksi kertas lainnya adalah kertas koran 750 ribu ton, kertas sackracft 0,4 juta ton, kertas bungkus 92 ribu ton, kertas sigaret 64 ribu ton, kertas tisu 312 ribu ton, dan kertas berharga 13,5 ribu ton.
  5. Data Rainforest Information Center menyebutkan sebanyak 10-17 pohon harus ditebang untuk menghasilkan satu ton kertas ukuran koran (atau 8 lembar ukuran kertas A4). Satu ton tersebut cukup untuk mencetak sekira 7.000 eksemplar koran.
  6. Masih menurut Indonesian Pulp and Paper Association, 90% konsumsi kertas (tulis dan cetak) di Indonesia disuplai secara domestik dan dalam kurun waktu lima tahun (2000-2004).
  7. Laju deforestasi hutan Indonesia pada periode tahun 1985-1998 tidak kurang dari 1,6 juta hektar per tahun (Dephutbun, 2000).
Salah satu cara atau penanganan dalam mengurangi limbah produksi kertas maupun limbah-limbah kertas dari lingkungan masyarakat yaitu dengan cara mendaur ulang kertas tersebut menjadi bahan yang lebih bermanfat (kreatif dan inovatif) atau bisa juga dijadikan sebagai penambah penghasilan ekonomi. Khususnya limbah dari lingkungan masyarakat, bukan hal yang biasa jika melihat sampah-sampah kertas yang sudah tak terpakai menumpuk didalam rumah maupun diluar lingkungan rumah. Yaitu sebagai contoh pemanfaatan limbah kertas yang bertujuan untuk menambah nilai ekonomi, kertas daur ulang (recycle) saat ini bukan menjadi produk yang asing lagi. Beragam produk kerajinan dan souvenir yang menggunakan kertas daur ulang sebagai bahan baku utamanya banyak ditemukan di berbagai tempat. Selain bertujuan sebagai penambah nilai ekonomi yaitu nilai positifnya adalah terciptanya lapangan pekerjaan dengan produksi kelas kecil maupun kelas menengah. Proses pembuatan kertas daur ulang tidaklah sulit, hanya diperlukan alat seperti blender, screen berkasa dan tanpa kasa, ember, alat penyaring, busa, dan kain bekas. Adapun bahan-bahan yang digunakan antara lain kertas atau koran bekas, pewarna, serat alam   (eceng gondok, pandan, pelepah pisang), dan pengharum. Untuk proses pembuatannya sebagai berikut :
1.      Kertas bekas disobek atau dipotong-potong kecil
2.      Kemudian direndam dalam air beberapa saat lalu diremas-remas sampai setengah hancur
3.      Kemudian kertas tersebut dihancurkan kembali dengan penambahan air menggunakan blender . perbandingan antara kertas dan air 1:1
4.      Masukkan bubur kertas ke dalam ember yang telah diisi air bersih (tiap 250 gr bubur kertas membutuhkan 5 liter air bersih). Kebutuhan air bisa disesuaikan, tergantung dari ketebalan kertas yang diinginkan.
5.      Campuran bubur tersebut dicampur menggunakan lem kanji untuk menghasilkan kertas yang tidak mudah sobek (setiap 250 gr bubur kertas dicampur 10-15 gr lem kanji).
6.      Penambahan warna dapat dilakukan untuk menghasilkan kertas berwarna. Untuk kertas daur ulang yang bermotif bisa dilakukan dengan menambahkan serat alami. Untuk menambah keharuman kertas, maka dapat ditambahkan pengharum.
7.      Setelah adonan selesai disiapkan, masukkan semua screen ke dalam adonan. Angkat screen dan biarkan air menetes. Setelah air menetes beberapa waktu, lepaslah screen tanpa kasa dan letakkan diatas papan/meja. Hilangkan air pada kasa dengan busa.
8.      Setelah screen tidak lagi mengandung air, screen kemudian diangkat. Sediakan alas kain untuk meletakkan adonan kertas yang telah pipih.
9.      Jemur kertas dibawah sinar matahari kemudian segera disetrika hingga kering dan permukaannya halus.

Selasa, 17 April 2012

Demokrasi Antara Teori dan Pelaksanaannya di Indonesia


~Arti  Makna dan manfaat demokrasi
demokrasi berasal dari kata Yunani,demos dan kratos. Demos artinya rakyat kratos berarti pemerintahaan. Jadi,demokrasi berarti pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan.

 ~Manfaat demokrasi


 kehidupan masyarakat yang demokratis dimana kekuasaan negara berada di tangan rakyat dan dilakukan dengan sistem perwakilan,dan adanya peran aktif masyarakat dapat memberikan manfaat bagi perkembangan bangsa,negara,masyarakat.manfaat demokrasi di antaranya sebagai berikut :
1.kesetaraan sebagai warga negara.
2.memenuhi kebutuhan kebutuhan umum.
3.pluralisme dan kompromi
4.menjamin hak hak dasar
5.pembaruan kehidupan sosial


~Nilai-Nilai Demokrasi

sebuah pemerintahan yang baik dapat tumbuh dan stabil bila masyarakat pada umumnya punya sikap positif dan proaktif terhadap norma-norma dasar demokrasi.oleh sebab itu harus ada keyakinan yang luas di masyarakat bahwa demokrasi ialah sistem pemerintahan yang terbaik dibanding dengan sistem lainnya.
Nilai-nilai demokrasi membutuhkan hal hal-hal berikut :

1.kesadaran akan pluralisme , kesadaran akan akan pluralitas sangat penting dimiliki bagi rakyat indonesia sebagai bangsa yang sangat beragam dari sisi etnis,bahasa,budaya,agama,dan potensi alamnya.

2.Sikap jujur dan pikiran yang sehat, pengambilan keputusan pada demokrasi membutuhkan kejujuran, logis atau berdasarkan akal sehat dan tercapai dengan sumber daya yang ada.

3.Demokrasi membutuhkan kerja sama antar warga masyarakat dan sikap dan itikad yang baik.

4.Demokrasi membutuhkan sikap kedewasaan.

5.Demokrasi membutuhkan pertimbangan moral,
Demokrasi mewajibkan adanya keyakinan bahwa cara mencapai kemenangan haruslah sejalan dengan tujuan dan berdasarkan moral serta tidak menghalalkan segala cara.


~Prinsip dan Parameter Demokrasi
Suatu negara atau pemerintahan dikatakan demokratis apabila dalam sistem pemerintahannya mewujudkan prinsip-prinsip demokrasi. Menurut robert A.dahl terdapat 6 prinsip demokrasi yang harus ada dalam sistem pemerintahan yaitu :
1.adanya kontrol atau kendali atas keputusan pemerintahan.
2.adanya pemilihan yang teliti dan jujur.
3.adanya hak memilih dan dipilih.
4.adanya kebebasan menyatakan pendapat tanpa ancaman.
5.adanya kebebasan mengakses informasi.
6.adanya kebebasan berserikat yang terbuka.


~Jenis Jenis Demokrasi

sejauh ini sudah dibahas pengertian,manfaat,prinsip, dan indikator demokrasi.Demokrasi ada beberapa jenis yang disebabkan perkembangan dalam pelaksanaannya di berbagai kondisi dan tempat.

1.Demokrasi Berdasarkan Cara Menyampaikan Pendapat
            a.Demokrasi langsung
            b.Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan
            c.Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat

Demokrasi seperti ini antara lain djalankan di swiss.Referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung,Referendum diklasifikasi menjadi tiga :
1.Referendum wajib : referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembetukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang sangat politis.
2.Referendum tidak wajib : referendum ini dilakukan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan.
3.Referendum konsultatif : referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan.


2.Demokrasi Berdasarkan Titik Perhatian atau Prioritas
a.Demokrasi formal : demokrasi ini secara hukum menempatkan orang dalam kedudukan yang sama sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal.
b.Demokrasi material : Demokrasi material memandang manusia sama dalam bidang sosial maupun ekonomi,sehingga demokrasi ini dikembangkan di negara sosialis komunis.
c.Demokrasi campuran : demokrasi ini berupaya menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menyamakan derajat dan hak setiap orang.


3.Berdasarkan Prinsip Idiologi
a.Demokrasi Liberal : Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu.
b.Demokrasi rakyat atau demokrasi proletar : Demokrasi ini mensejahterakan rakyat dengan tidak membedakan perbedaan,kelas,hukum dan politik.


4.Berdasarkan Wewenang dan Hubungan antar Alat Kelengkapan Negara.


a.Demokrasi sistem perlementer
ciri-ciri pemerintahan perlementer antara lain :
1.DPR lebih kuat dari pada pemerintah
2.kepala pemerintahan/kepala eksekutif disebut perdana menteri dan memimpin kebinet dengan sejumlah materi bertanggung jawab  kepada DPR.
3.program kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen
4.kedudukan kepala negara terpisah dari kepala pemerintahannya.
5.jika pemerintah dianggap tidak mampu,maka anggota DPR (parlemen) dapat meminta mosi tidak percaya kepada parlemen  untuk membubarkan pemerintah.

b.Demokrasi sistem presidensial
Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut 1.Negara dikepalai presiden.2.Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat langsung atau melalui badan perwakilan.3.presiden mempunyai kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri.4.menteri tidak bertanggung jawab kepada DPR melaikan kepada presiden.presiden dan DPR mempunyai kedudukan yang sama sebagai lembaga negara dan tidak dapat saling membubarkan.

~ Mengembangkan sikap demokrasi

Bangsa indonesia saat ini pada era reformasi,sedang belajar menjujung tinggi nilai-nilai demokrasi.hal-hal yang perlu diperhatikan oleh siswa dan mahasiswa adalah sebagai berikut :

1.aktif mengungkapkan ide,gagasan,dan pikirannya kepada guru dan dosen.
2.siswa dan mahasiswa mempunyai motivasi agar lebih maju dan dewasa.
3.mengembangkan kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya.
4.mengembangkan perasaan sehingga menjadi halus dan bisa memahami orang lain.
5.mengembangkan derajat kesehatan sehingga sehat secara jasmani & rohani.
6.mempunyai kemauan untuk belajar untuk mengetahui (to know), untuk melakukan sesuatu (to do), dan menjadi diri sendiri (to be), dan untuk hidup bersama (to live together).
7.mempunyai kemauan untuk belajar berorganisasi melalui wadah yang ada di sekolah dan perguruan tinggi.

hal – hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah dalam proses belajar demokrasi antara lain :
1.mendidik masyarakat untuk bersikap lebih dewasa.
2.mendorong sikap ksatria dengan mengakui kekalahan,atau bersikap siap menang dan siap kalah.
3.mengembangkan sikap menghargai perbedaan pendapat, perbedaan pendapat adalah suatu rahmat, dan keputusan bersama adalah pemilihan yang terbaik yang dihasilkan dari suatu kompromi.
4.menggunakan mekanisme demokrasi untuk mencari titik perbedaan pendapat.
5.menghilangkan penggunaan tindakan kekerasan dalam menyelesaika suatu permasalah.
6.mengembangkan sikap yag sensitif dan empati terhadap kepentingan rakyat yang lebih luas.
7.mengembangkan kerja sama antara anggota masyarakat dengan pikiran yang logis dan itikad baik.
8.mengembangkan masyakat untuk aktif dalam memberikan pengawasan.